Tempat Duduk Yang Ajaib
(Taken From “Inspiring Stories Swami Sivananda” )
Pada suatu ketika hiduplah seorang pria tua di kaki Bukit Vidhya. Namanya Vittal Jadhao. Ia sangat miskin dan tidak memiliki apa-apa kecuali sebuah gubuk alang-alang. Ia sangat malas dan karenanya hidupnya menderita.
Vittal Jadhao telah mendengar orang Sadhus memiliki kesidian (Siddhi atau Kekuatan Yoga) yang dapat menciptakan banyak benda menurut keinginannya. Pada suatu hari, ia sedang memikirkan sebuah rencana untuk hidup tanpa bekerja apapun, hal ini terus mendesak pikirannya dan memikirkan apabila pergi ke gua Bukit Vidhya ia akan bertemu dengan seorang Sadhu dan mendapatkan apa yang diinginkan. Dengan maksud ini ia berjalan menuju gua.
Setelah berjalan dengan jarak yang cukup jauh ia bertemu dengan seorang Sadhu. ia bersujud dihadapannya. Sadhu ia menjamunya dengan senang hati dan menanyakan maksud kedatangannya.
Vittal Jadhao berkata, “Guruji yang aku hormati, Aku pria yang sangat miskin. Kecuali sebuah gubuk alang-alang, aku tidak memiliki apa-apa. Dalam umur yang sudah tua begini aku tidak dapat bekerja dan tidak memiliki penghasilan apa-apa. Mohon bantulah aku memberi beberapa kekayaan. Aku tahu pasti bahwa engkau dapat menciptakan uang sebanyak yang enkau inginkan melalui kekuatan Yogamu.”
Yogi itu terdiam sejenak. Pria tua ini mendesak dan mengulang-ulang permintaannya. Sadhu itu, akhirnya memberikan sebuah tempat duduk ajaib, dengan mengatakan kapanpun ia menginginkan sesuatu ia harus duduk di atas tempat duduk ajaib setelah mencuci tangan, kaki dan mukanya, serta memikirkan apa yang dikehendakinya. Apapun yang masuk di dalam pikirannya semua akan terwujud. Oleh karena itu ia memperoleh segalanya tanpa berusaha.
Pria tua itu mengucapkan banyak terima kasih dengan senang hati dan mengambil tempat duduk ajaib itu, berjalan dengan cepat ke rumahnya. Ia tidak ingin membuang waktu dan segera mencuci mukannya dan duduk di atas tempat duduk. Ketika ia merasa lapar, pertama-tama ia memikirkan makanan. Segera saja sejumlah makanan yang sangat banyak dengan berbagai makanan lezat muncul di hadapannya. Ia makan sepuasnya. Lalu ia ingin istirahat, begitu memikirkan sebuah kasur, di depannya sudah ada sebuah dipan kasur dengan bantal sutra. Ia istirahat sejenak namun pikirannya terus gelisah.
Ia terbangun dari tempat tidurnya dan kembali duduk di tempat duduk ajaib. Sekarang ia ingin gubuknya diganti menjadi sebuah istana besar. Hanya dalam sekejap saja, gubuk alang-alangnya telah berubah menjadi sebuah istana yang megah nan indah. Ia sangat menyenangi istananya. Bahkan ia berpikir bahwa sebuah istana besar akan tidak berguna tanpa sejumlah kekayaan. Segera saja satu tas penuh emas, perak dan berlian ada di kakinya. Sekarang kegembiaraan pria itu tanpa batas. Namum ia membutuhkan beberapa pembantu untuk melayaninya. Mereka juga muncul dan berdiri dengan tangan tercakup di depannya.
Pria tua itu sangat senang, namun ah! Pikirannya terlintas apabila ada gempa bumi maka apa yang akan terjadi padanya. Tiba-tiba gempa bumi sangat besar memporak-porandakan istananya serta pria dan pembantunya tersapu angin dahsyat.
Keinginan adalah hambatan terbesar, halangan terbesar pada jalan kesadaran diri.
Mengendalikan pikiran sesungguhnya alat untuk mengendalikan keinginan. Bila seorang ingin mendisiplinkan pikiran dengan sempurana seseorang harus melenyapkan semua keinginan tanpa ada sisa.
Semua objek duniawi dan menara gading harus disingkirkan. Pikiran monyet selalu gelisah, menginginkan sesuatu atau hal lainnya. Seperti ikan yang diambil dari air dan mencoba masuk ke dalam air dengan berbagai alat atau dengan cara lainnya, pikiran juga selalu gelisah dan akan membawa pikiran jahat. Dengan membunuh segala keinginan yang terus gelisah, kendalikan pikiran dan emosi seseorang agar mencapai satu pemusatan.
Pikiran harus dibebasakan dari segala emosi yang mendesak dan gelembung-gelembung pikiran sebelum seseorang mencapai tahap konsentrasi. Sebuah pikiran akan setenang sebuah lampu dalam sebuah istana yang tiada berangin. Seorang yang mencapai keadaan pikiran akan mampu bermeditasi untuk waktu yang lama. Meditasi akan muncul dengan sendirinya.
Bila seorang mengijinkan pikirannya berlari menuju hal bersifat keduniawian menurut keinginannya, dan mendesak pikiran yang tidak suci dan keinginan jahat, seseorang pasti akan menemui kerusakan dan berakhir.
Oleh karena itu, lenyapkanlah segala keinginan. Selalu miliki gagasan mencapai Mahluk Tertinggi, tempat bersemayamnya sekala kenitmatan, kedamaian, kebahagian dan keabadian. Lakukan Sadhana dengan sungguh-sungguh. Berlatihlah dengan teratur melalui yogamu. Berusahalah mencapai tujuan hidup dalam kelahiran ini. Engkau akan mencapai kebahagiaan selamanya.
4 Comments
Add Comment | comments rss [?]