Cerita Tentang Celana Dalam
Pada suatu ketika, sebuah Kaupeen (Hindi, celana dalam) dengan keadaannya yang menjijikkan, digunakan oleh tubuh seseorang. Celana dalam itu tertinggal di Benares. Celana dalam itu tergeletak di pinggir Gangga Ghat. Seorang Sadhu yang mengenakan hanya sebuah celana dalam, baru saja kehilangan celana dalamnya di pinggir sungai Gangga sewaktu mandi, ia melihat ada celana dalam lain tergeletak di pinggir Gangga Ghat.Main Futsal Yukk..
Holla..
Tak terasa empat bulan lebih telah berlalu, sejak terakhir kali saya posting artikel di blog ini.. Kesibukan kerja dan ngurus keluarga harus menjadi kambing hitam atas kondisi ini
Di tengah kesibukan akan aktivitas sehari - hari, ada satu rutinitas yang mulai tekun saya jalani bersama teman teman sehobi.. apalagi kalo bukan main sepakbola alias Futsal…
Bagi para penggemar bola, bermain bola tentu bisa menjadi sarana untuk melepaskan kepenatan pikiran karena seminggu otak dan energi terkuras untuk
Tempat Duduk Yang Ajaib
(Taken From “Inspiring Stories Swami Sivananda” )
Pada suatu ketika hiduplah seorang pria tua di kaki Bukit Vidhya. Namanya Vittal Jadhao. Ia sangat miskin dan tidak memiliki apa-apa kecuali sebuah gubuk alang-alang. Ia sangat malas dan karenanya hidupnya menderita.
Vittal Jadhao telah mendengar orang Sadhus memiliki kesidian (Siddhi atau Kekuatan Yoga) yang dapat menciptakan banyak benda menurut keinginannya. Pada suatu hari, ia sedang memikirkan sebuah rencana untuk hidup tanpa bekerja apapun, hal ini terus mendesak pikirannya dan
Cinta Kasih Guru
(Taken From “Inspiring Stories Swami Sivananda” )
“Guru, betapapun kuatnya aku mencoba mengendalikan pikiranku yang selalu mengembara menuju kenikmatan dunia maya ini. Sering aku berpikir meninggalkanmu tanpa terlebih dahulu memberitahukanmu. Namun cinta kasihku pada kaki padmamu mencegahku melakukan langkah semacam itu. Guru, apa yang harus aku lakukan? Tolong tuntunlah aku”,Rama terus memohon ampun atas kesalahannya kepada gurunya, Premananda. Itu dilakukan baru sebulan saja sejak ia memasuko Asrama gurunya.
“Nak, aku telah menyaksikanmu, dengan perjuangan berat. Mengendalikan keinginan
BIBI ANU
“Bibi anu
Lamun payu luas mandus
Antenge tekekang
Yatnain ngaba Mesui
Tiuk puntul, bawang anggen sesikepan”
Sebuah tembang Bali ‘tua’ yang hampir terlupakan oleh masyarakat Bali saat ini. Kenapa ‘tua’? ya karena keberadaannya mungkin sudah ratuan taun. Dan kenapa ‘hampir terlupakan’? ya karena nyatanya, orang tua
saja banyak yang lupa atau tidak tau syairnya apalagi generasi muda, yang sehari - hari disuguhkan lagu - lagu populer saat ini macam Laskar Pelangi - Nidji, Superstar